Tampilkan postingan dengan label Prakarya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prakarya. Tampilkan semua postingan
Rabu, 29 Maret 2017
Minggu, 08 Januari 2017
Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Anorganik
Produk Kerajinan dari Bahan Limbah Anorganik
Produk kerajinan dari bahan limbah anorganik yang dimaksud adalah limbah anorganik lunak dan keras. Banyak orang yang sudah memanfaatkan limbah anorganik ini sebagai produk kerajinan. Teknik pembuatannya pun bervariasi. Temuan-temuan desain produk kerajinan dari limbah anorganik selalu bertambah dari waktu ke waktu. Ini dikarenakan semakin banyak orang yang telah menaruh perhatian terhadap pemanfaatan limbah anorganik sebagai produk kerajinan. Pembuatan produk kerajinan di setiap wilayah tentunya berbeda dengan wilayah lainnya
Prinsip pengolahan limbah Anorganik
Prinsip pengolahan limbah Anorganik
Limbah Anorganik adalah sampah yang terdiri dari bahan bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga menghancurkannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Masalah sampah saat ini mulai banyak meresahkan warga. Volume sampah bertambah setiap hari sehingga mencemari lingkungan. Ada beberapa cara menangani sampah yang lebih dikenal dengan prinsip 3R yang meliputi kegiatan sebagai berikut:
1. Mengurangi (Reduce)
Mengurangi (Reduce) adalah mengurangi penggunaan barang barang yang menyisahkan limbah. Kegiatan mengurangi sampah, tidak akan mungkin menghilangkan sampah secara keseluruhan tetapi secara teoretis aktivitas ini akan mengurangi sampah dalam jumlah yang nyata. Oleh karena itu, kita harus mengurangi penggunaan bahan atau barang yang kita gunakan dalam aktivitas kita sehari hari karena semakin banyak kita menggunakan bahan atau barang, akan semakin banyak sampah yang dihasilkan. Mengurangi produksi sampah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
A. Menggunakan bahan atau barang yang awet.
B. Mengurangi penggunaan barang yang sekali pakai.
C. Mengurangi belanja barang yang tidak terlalu dibutuhkan.
D. Merawat dan memperbaiki barang daripada menggantinya dengan yang baru.
E. Menggunakan kantong plastik 3 sampai 5 kali untuk belanja.
F. Menggunakan keranjang atau kantong yang dapat digunakan berulang ulang.
2. Memakai kembali (Reuse)
Memakai kembali (Reuse) adalah memilih barang barang yang bisa dipakai beberapa kali. Sebisa mungkin memilih barang barang yang bisa dipakai kembali dan menghindari pemakaian barang yang sekali pakai. Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum menjadi sampah. Pemakaian kembali barang bekas tanpa harus memprosesnya dahulu yaitu sebagai berikut:
A. Menggunakan kembali kemasan untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lainnya.
B. Memanfaatkan barang kemasan menjadi tempat penyimpanan sesuatu.
C. Menggunakan bahan yang bisa dipakai ulang daripada yang sekali buang.
3. Mendaur ulang (Recycle)
Mendaur ulang (Recycle) adalah mengolah sampah menjadi sesuatu yang berguna. Sebisa mungkin barang barang yang sudah tidak berguna lagi bisa didaur ulang, tetapi tidak semua barang bisa didaur ulang. Namun, saat ini sudah banyak industri formal yang memanfaatkan sampah yang menjadi barang lain. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis yang dapat didaur ulang, dilakukan pengepakan kemudian dijual dengan pengepul sampah. Apapun sampah anorganik yang tidak dapat dimanfaatkan lagi dibuang ke tempat sampah.
Sumber :
http://anjasirawan.blogspot.co.id/2015/07/prinsip-pengolahan-limbah-anorganik.html
Limbah Anorganik Keras
Limbah anorganik keras
Limbah yang terdiri dari kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran dan penghancuran dan sebagainya. Contohnya pelat-pelat dari logam, pecah-pecahan keramik, botol kaca, kaleng, dan sebagainya. Selanjutnya tidak semua sampah atau limbah anorganik tidak bisa diolah kembali disebabkan karena keterbatasan alat yang digunakan dan teknologi.
1. Limbah kaleng
![]() |
| Limbah kaleng |
2. Limbah kaca
![]() |
| Limbah Botol kaca |
Untuk dapat meningkatkan nilai manfaat dan ekonomi sampah, perlu dilakukan pengolahan alam masyarakat, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan merancang tahapan pengolahan sampah anorganik yaitu sebagai berikut.
- Penerimaan.
- Pemilahan.
- Pencacahan.
- Pencucian.
- Pengeringan.
- Daur ulang.
- Pengemasan.
- Penyimpanan
Sumber :
http://guzroom.blogspot.co.id/2015/02/prakarya-smp-kelas-viii-kerajinan-dari.html
http://kerajinanprakarya.blogspot.co.id/2016/10/jenis-jenis-limbah-anorganik.html
Limbah Anorganik Lunak
Limbah anorganik lunak
Limbah yang terdiri dari kandungan bahan yang lentur dan mudah dibentuk atau diolah secara sederhana. Contohnya;tambangan, dan domistik yaitu dari sampah rumah tangga, contohnya; kaleng bekas, botol, plastik, karet sintetis, potongan atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecah-pecahan gelas, tulang-belulang, karton/kardus yang tebal, dan lain-lainPada kenyataannya semua limbah anorganik lunak dapat di manfaatkan kembali sebagai produk kerajinan tangan menggunakan peralatan sederhana serta bernilai jual. Bahan dari limbah anorganik lunak antara lain sebagai berikut.
1. Limbah plastik
![]() |
| Limbah botol minuman |
2. Limbah kemasan minuman atau makanan
![]() |
| Limbah Kemasan produk makanan |
3. Limbah kain perca
![]() |
| Limbah kain perca |
Sumber :
http://kerajinanprakarya.blogspot.co.id/2016/10/jenis-jenis-limbah-anorganik.html
http://guzroom.blogspot.co.id/2015/02/prakarya-smp-kelas-viii-kerajinan-dari.html
http://carimbahgugel.blogspot.co.id/2016/01/apa-saja-teknik-dalam-modifikasi.html
Kerajinan Dari Limbah Anorganik
Kerajinan Dari Limbah Anorganik
Pengertian limbah anorganik adalah limbah atau sampah yang tidak bisa diuraikan kembali oleh dekomposer (bakteri). Contoh limbah anorganik adalah1. sisa sabun cuci2. sampah plastik3. sampah kain4. limbah pabrik5. limbah minyak6. sampah botol plastik7. sampah logam
Limbah anorganik relatif sulit terurai, dan mungkin beberapa bisa terurai tetapi memerlukan waktu yang lama. Limbah tersebut berasal dari sumber daya alam yang berasal dari pertambangan seperti minyak bumi, batubara, besi, timah, dan nikel. Limbah anorganik umumnya berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan domistik yaitu dari sampah rumah tangga, contohnya; kaleng bekas, botol, plastik, karet sintetis, potongan atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecah-pecahan gelas, tulang-belulang, karton/kardus yang tebal, dan lain-lain
a. Sanitasi (Sanitary landfill)
Sanitary landfill yaitu suatu metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik.
b. Pembakaran (Incineration),
Pada incineration sampah dibakar di dalam alat yang disebut insinerator. Hasil pembakarannya berupa gas dan residu pembakaran.
c. Penghancuran (Pulverisation ).
Pada pulverisation, penghancuran sampah dilakukan di dalam mobil pengumpul sampah yang telah dilengkapi dengan alat pengaduk sampah. Sampah-sampah tersebut langsung dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil yang dapat dimanfatkan untuk menimbun tanah yang letaknya rendah.
Limbah anorganik yang dapat didaur ulang yaitu sampah plastik, logam, kaca, plastik, dan kaleng.
Sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah hingga menyebabkan proses penghancuran yang berlangsung sangat lama. Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbaharui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri.
Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
Sumber :
http://guzroom.blogspot.co.id/2015/02/prakarya-smp-kelas-viii-kerajinan-dari.html
http://adilafikriya.blogspot.co.id/
http://www.pakmono.com/2015/05/pengertian-limbah-organik-dan-limbah-anorganik.html
Langganan:
Postingan (Atom)





